Wednesday, May 16, 2012


Mesin Sablon Multifungsi (All in one): untuk cetak sablon baju, kaos, kertas, kardus, kayu, sticker, mika atau plastik, hanya tinggal mengganti jenis screen dan tinta sablonnya saja. Mau cetak kaos, ya ganti saja dengan screen khusus kaos dan tinta sablon kaos. Begitu juga kalau mau sablon sticker transparant, chromo atau vinyl, ya tinggal menggantinya dengan screen dan tinta sablon yang sesuai dengan media sticker, dll.
Mudah, efisien, multifungsi (All in One), cepat proses kerjanya dan banyak sekali hasil produksinya.

Cara kerja dan teknik sablonnya pun sama persis dengan alat sablon manual. Mesin sablon bekerja secara otomatis, rakel menarik dan mendorong tinta sablon secara full-automatic. Pengaturan kerja secara cepat atau lambat bisa disetting speed-nya. Otomatisasinya diprogram secara micro-computer dan dikontrol dengan tombol-tombol atau melalui injakan pedal pada bagian bawah kaki (di lantai) utk pekerjaan secara manual one by one.

Cara Kerja Mesin Sablon Otomatis : 



3
layout anleg sablon



4
tuang tinta sablon
6
hasil cetak sablon



9    
pedal kontrol manual

http://mesinpercetakan.com/mesin-sablon-otomatis-all-in-one/








Tuesday, May 15, 2012

Jenis Jenis Sablon

Sablon Rubber yaitu cat sablon yang sifatnya menumpang dan menutupi rajutan kain jadi bisa diaplikasikan untuk bahan kaos berwarna gelap maupun terang. Biasa disebut sablon GL karena teksturnya berupa karet.
Sablon Pigment yaitu cat sablon yang sifatnya menyerap kedalam kain. Sablon jenis ini biasanya digunakan untuk kain berwarna terang dan kurang bagus hasilnya pada bahan gelap. Kadang juga digunakan untuk spanduk.
Sablon Superwhite (SW) sama dengan sablon pigment bersifat menyerap kedalam kain, sablon ini digunakan untuk jenis bahan kaos gelap.
Sablon Glossy effect (coating) yaitu sablon yang ditambah dengan satu lapisan coating yang akan memberikan efek mengkilat pada cat. Dengan teknik coating sablon, akan bertahan lebih lama dan awet.
Sablon Gliter yaitu cat sablon yang menggunakan tinta berupa campuran serbuk mengkilat, ada yang halus dan ada yang kasar. Dapat menghasilkan efek sablon mengkilat jika terkena sinar. Sablon ini juga dapat dicampur dengan sablon Plastisol.
Sablon Foam yaitu cat sablon yang timbul berbahan dasar karet. Bisa dicampur dengan sablon Rubber atau Plastisol.
Sablon Foil yaitu jenis sablon yang menggunakan lapisan kertas berbahan logam yang ditempelkan diatas dengan lem khusus.
Sablon Flocking sama dengan sablon Foil yang ditempelkan diatas dengan lem khusus namun dari bahan beludru sehingga akan menghasilkan hasil sablon seperti beludru.
Sablon Plastisol yaitu cat sablon berbahan dasar minyak, mampu mencetak dot atau raster super kecil dengan hasil yang maksimal. Butuh invest yg banyak untuk menggunakan cat ini karena proses mengeringkannya membutuhkan sinar infra merah.
Sablon Glow in The Dark sesuai nama, sablon jenis ini dapatmenyala ditempat yang gelap. Cat sablon ini juga bisa dicampur dengan jenis Rubber, Pigment atau Plastisol.
Sablon Reflektif kebalikan dari Glow in The Dark, cat sablon yang akan menyala jika kaos disinari oleh sumber cahaya. Jenis cat ini juga bisa dicampur dengan Rubber, Pigment atau Plastisol.
Sablon Full Print sesuai nama juga, sablon ini digunakan untuk nge-print sablon pada seluruh bagian kaos.
Sablon High Density yaitu cat sablon dengan bahan dasar Plastisol yang timbul dengan tingkat ketajaman yang lebih tinggi.
Sablon Discharge yaitu cat sablon dengan kemampuan menipiskan / menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.
Sablon Aspal yaitu sablon yang menggunakan cat Plastisol yang dicetak diatas kain dengan teknik khusus sehingga akan menghasilkan tekstur yang unik.
Dari beberapa jenis jenis Cat Sablon Kaos diatas, sablon Rubber biasanya paling umum digunakan dikalangan-kalangan distro karena selain daya tahan lama / awet dan mudah disetrika, sablon kaos Rubber dapat dituangkan pada kain terang maupun gelap
http://aguswijanarko.com/distro/jenis-jenis-cat-sablon-kaos/

Monday, May 14, 2012


Sablon Plastik



Dimanapun kita berada, pemakaian plastik untuk berbagai kebutuhan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk kemasan makanan, minuman, pakaian, pupuk, sparepart, obat-obatan, karung beras, gelas,botol, dll, yang hingga kini merupakan peluang bisnis yang menggiurkan.
Sablon Plastik merupakan bagian dari Cetak Sablon Basis Minyak, banyak pemula yang merasa kesulitan saat melakukan penyablonan pada media plastik, karena karakteristik tintanya yang cepat sekali kering. Sementara permintaan terhadap sablon plastik sangat tinggi untuk berbagai keperluan industri dan rumah tangga, dan tingkat keuntungan dari sablon plastik juga lumayan besar.
Keuntungan bersih yang bisa kita dapatkan dari satu meja operator,minimal sekitar Rp. 100.000,-/hari, bahkan bisa mencapai Rp.500.000,-/hari tergantung jenis plastik dan tingkat kesulitannya. Jika kita memiliki 5 meja operator saja sudah cukup lumayan, sementara itu disisi lain penyablonan pada media plastik ini dirasa sangat sulit, padahal dibalik kesulitan itu terdapat peluang besar yang menanti kita.
Sebetulnya jika kita sudah memahami proses sablon pada media kertas, maka kita tidak akan mengalami banyak kesulitan, kita hanya tinggal menyesuaikan karakteristik tinta yang akan digunakan.
A. Alat dan Perlengkapan
Alat dan perlengkapan yang digunakan untuk sablon plastik, hampir sama dengan alat yang digunakan untuk sablon kertas, yang terdiri dari :
1. Screen
Screen yang digunakan biasanya T150 atau T165, dengan ukuran bingkai 30cm X 40cm, atau sesuai kebutuhan.
2. Rakel
Karet rakel yang dipakai, bisa menggunakan karet rakel untuk sablon kertas atau karet rakel untuk sablon plastik yang lebih lunak . Harga rakel juga tidak berbeda dengan harga rakel untu kertas.
3. Meja Afdruk, yang digunakan juga sama untuk semua proses afdruk.
4. Meja Sablon atau meja cetak untuk sablon plastik sama dengan meja sablon kertas
5. Gelas Ukur
6. Coater/Kartu Plastik
7. Hair Dryer
8. Sprayer
9. Gunting/Cutter
10. Mistar
B. Tahapan Sablon Plastik
Tahapan sablon plastik juga sama dengan tahapan sablon kertas, yaitu :
1. Tahap Setting Film/Klise
2. Tahap Afdruk Screen
3. Tahap Printing (sablon)
4. Tahap Recleaning Screen
Pada saat afdruk screen, Posisi film/klise harus disusun terbalik , jika penyablonan akan dilakukan pada sisi bagian dalam plastik, seperti penyablonan pada Tas, Cover Jok Motor, Tempat pinsil, dll.
Untuk mengatur posisi disain yang akan disablon, maka Sebelum melakukan penyablonan pada plastik transparan, sablonkan dulu disain keatas permukaan kaca meja sablon, sebagai patokan pada saat penyablonan nantinya.
yang membedakan sablon plastik dengan sablon kertas hanya tinta dan bahannya saja.
C. Jenis Plastik dan Tinta yang digunakan
Jenis Plastik                                                              Tinta yang digunakan
1.    PE      (agak buram & lebih elastis)                      Polytuf  + Minyak Terpin
2.    PP      (bening & agak kaku)                              Polymet + Minyak M4
3.    OPP    (bening & mudah sobek)                          Polymet + Minyak M4
4.    HD      (buram & tidak elastis)                             Polymet + Minyak M4
5.    Mika     (bening & kaku)                                         PVC  + Minyak M3
Plastik PE biasanya digunakan untuk bungkus gula, beras, minyak dll
Plastik PP biasanya digunakan untuk kemasan makanan
Plastik OPP digunakan untuk amplop undangan,kemasan pakaian,dll

Thursday, May 10, 2012

TEKNIK SABLON BAJU / SABLON KAOS UNTUK PEMULA ( SABLON MANUAL )
1. Penyetingan gambar
Siapkan gambar yang akan di sablon sebelum dicetak sablon di busana pria, kemudian edit berdasarkan warna masing-masing, dalam hal ini biasanya menggunakan program coreldraw dan photoshop.

2. Tahap pra-afdruk (sebelum pefilm-an)
Tahap ini meliputi pembersihan dan persiapan screen. Dalam pembersihan dan persiapan screen alat-alat sablon yang dibutuhkan meliputi:
-sabun colek
-air
-kain spon
Pertama-tama screen sablon kita cuci menggunakan air dan sabun kemumudian kita usap dengan menggunakan kain spon. setelah kita cuci, screen harus kita keringkan dengan menjemurnya di sinar matahari, hal ini perlu karena sebelum di afdruk screen harus benar-benar bersih dan kering.

3.Tahap afdruk (pefilm-an)
Tahap ini meliputi pemberian obat, pembakaran screen/pefilm-an, dan pencucian obat pada screen.Di dalam tahap pemberian obat kita membutuhkan alat-alat antara lain berupa:
-screen
-obat afduk
-kipas angin/blower
-alat perata screen
pertama-tama kita siapkan obat afdruk dengan cara campur cairan merah dan putih (dosissesuai anjuran di kotak box-nya). Setelah obat tersebut tercampur dengan rata tuangkansedikit demi sedikit pada screen dan ratakan setipis-tipisnya, kemudian screen tersebut kitakeringkan dengan menggunakan kipas angin atau blower. di dalam pengeringan ini screen tidakboleh terkena sinar matahari untuk itu dianjurkan pengeringan di ruang tertutup. setelahkering kita memasuki tahap pembakaran screen atau pefilm-an. di tahap ini kita membutuhkan alat-alat antara lain berupa:
-kaca
-gambar yg telah diedit
-screen
-kain dengan warna hitam
-busa screen
-papan
pertama kita ambil papan terlebih dahulu, taruh busa di atas papan kemudian taruh kain warna hitam di atas busa tersebut. lalu kita ambil screen yang telah kita siapkan kemudian taruh screen diatas kain berwarna hitam setelah itu kita ambil gambar yang telah diedit dan tempel diatas screen , sebelum gambar tersebut kita tempel di screen terlebih dahulu kita olesi dengan minyak garong, hal ini dilakukan agar kertas pada gambar akan tembus sinar. setelah itu taruh kaca diatas screen. untuk lebih jelasnya urutan dari bawah ke atas adalah:
1.papan
2.busa screen
3.kain berwarna hitam
4.screen
5.gambar
6.kaca
setelah itu kita sinari screen dengan sinar matahari. didalam penyinaran waktu yang dibutuhkan antara 3 sampai 5 detik. karena jika terlalu lama dalam penyinaran, pefilm-an screen tidak akan gagal. setelah screen kita sinari, maka screen tersebut harus kita cuci untuk membersihkan berkas-berkas obat. dalam pencucian kita membutuhkan alat penyemprot, alat ini digunakan untuk membersihkan obat yang tersisa di sela-sela gambar yang terdapat pada screen.
4.Tahap penyablonan /  Teknik Sablon
Pada tahap ini, alat-alat yang kita butuhkan antara lain:
-screen(yang telah difilm)
-minyak cat
-cat
-meja berkaca
-pengunci screen
-rakel(alat pengesut)
-kertas atau kain
Pertama-tama ambil screen dan kunci screen pada meja berkaca lalu persiapan untuk cat-nya campur minyak cat dengan cat. setelah itu taruh kertas atau kain yang akan disablon diatas meja berkaca, tuang cat pada screen secukupnya kemudian kesut menggunakan rakel. maka jadilah hasil sablonan.
5.Penghapusan film
pada tahap ini kita membutuhkan obat pencuci film. pertama-tama basahi screen dengan air lalu tuang obat pencuci screen pada screen gosok dengan menggunakan kain spon bilas dan keringkan dengan dijemur di si
nar matahari
demikianlah tips untuk melakukan sablon secara manual lain halnya dengan sablon digital, untuk sablon digital, anda lebih di tuntut mempunyai alat sablon digital yang cukup mahal bagi anda yang ingin belajar sablon
Sumber:http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page/Desain/?kid=4068

Tips Sablon Digital di Kaos

Kegiatan menyablon digital dengan media printer sekarang ini banyak sekali dilakukan oleh anak muda selain dapat menyalurkan bakat mereka dan lebih muda ketimbang manual. Sablon digital dengan printer dan tinta printer yang berkualitas cukup bisa di jadikan usaha mandiri untuk Anda sendiri.
Bagaimana caranya menyablon digital, berikut caranya :
Siapkan printer terbaik untuk sablon Anda,
Tinta printer juga harus Anda perhatikan karena ada dua jenis tinta printer yang digunakan untuk sablon seperti tinta karet, rubber transparant dan jenis tinta lainnya.
Jenis kaos yang akan Anda sablon digital apakah berbahan katun, katun combed, polyster dan jenis kaos lainnya.

PENGERTIAN SABLON DIGITAL


Digital Sablon

Mungkin anda belum paham apa definisi dari digital sablon. Sebenarnya tidak begitu berbeda dengan apa yang anda pahami mengenai sablon yang intinya adalah mencetak gambar atau tulisan.

Digital sablon adalah proses penyablonan yang menggunakan teknologi mesin transfer panas untuk mencetak gambar atau tulisan pada sebuah media. Media yang biasa digunakan adalah kaus, keramik, mug dan piring. Proses pengerjaan digital sablon tidak membutuhkan waktu yang lama dalam memproduksi sebuah produk, yang mana sangatlah efisien dalam mengikuti pergerakan bisnis yang sangat cepat di masa sekarang ini. Dan satu hal penting lagi, digital sablon bisa memproduksi satuan ! Hal ini tentunya membuat anda personal-personal yang ingin memberikan hadiah atau souvenir dalam jumlah yang terbatas menjadi mungkin. Harga yang ditawarkan juga tidak mahal, karena hanya anda yang punya, tidak diproduksi secara massal. Digital sablon tidak dibatasi oleh warna, sehingga anda bisa mencetak apapun selama hal itu masih bisa terlihat oleh mata ^^, suami, istri, kekasih, anak, pemandangan, kendaraan, khayalan, apapun ! Keawetan digital sablon pada kaus itu relatif, tergantung pada cara perawatan masing-masing personal karena produk semahal apapun bila tidak terawat dengan baik pastinya akan cepat rusak. Sedangkan keawetan sablon digital pada keramik, mug dan piring adalah permanen

Sumber:http://bluebery14fit.blogspot.com/2011/05/pengertian-sablon-digital.html?zx=d733f411dc6ca53e
CORELDRAW: MENGATUR FILM UNTUK SABLON BERBEDA DENGAN UNTUK OFFSET
Sebelum kita membahas bagaimana mengatur film untuk sablon dan untuk offset, terlebih dahulu kita mendifinisikan apa itu film untuk offset dan sablon.
Pengertian film: adalah suatu lembar transparan (plastik atau kertas kalkir) yang berisikan gambar hasil print out dari komputer ataupun gambar tangan, yang nantinya gambar tersebut akan kita transfer ke media berikutnya dalam urutan proses cetak (misalnya screen atau plat).
Nah, untuk teknik cetak offset, gambar yang telah kita buat tinggal kita simpan dalam media penyimpanan data baik itu disket, cd atau flash disk, kemudian kita bawa ke penyedia jasa output film. Penyedia jasa output film inilah nantinya yang akan melakukan output gambar yang kita buat tadi menjadi film yang siap untuk proses pembuatan plat atau master.
Tergantung dari pewarnaan gambar yang kita buat, film yang dihasilkan merupakan hasil pemisahan warna per warna (separasi) yang secara otomatis
dilakukan oleh peralatan (mesin) output film. Tanda-tanda register, color calibration bardll, semua diatur oleh mesin/peralatan output. Kecuali untuk cetakan satu warna dengan mesin offset kecil dan menggunakan master (basah atau kering), film bisa berupa hasil print out printer laser diatas kertas.
Sedangkan untuk film sablon, lebih sering kita harus melakukan pemisahan warna per warna terlebih dulu, memberi tanda register yang sama persis untuk setiap warna yang kita pisahkan sebelum gambar kita output menjadi film. Kita tidak mesti harus membawa ke penyedia jasa output film. Kita bisa output sendiri film tersebut dengan printer yang dapat mencetak di atas lembar transparan dan memiliki ketajaman yang tinggi (printer laser).
Perbedaan utama antara film sablon dan film offset dapat kita sebutkan diantaranya adalah :
1. Tanda register yang untuk sablon biasanya harus kita buat sendiri, terutama untuk gambar dengan dua warna atau lebih.
2. Besarnya masukan (overprint) antara warna satu dan warna lainnya.
3. Teknik pemisahan warna untuk warna gradasi.
4. Nilai raster (lpi) untuk gambar-gambar dengan gradasi warna ataupun separasi.
Ada baiknya kita pelajari satu per satu.
1. Tanda register

Misalkan kita memiliki gambar logo sebuah hotel yang terdiri atas tiga warna seperti di bawah ini:

Sebelum kita melakukan pemisahan warna gambar tersebut, kita mesti memberikan tanda register. Biasanya berupa garis tipis saling silang atau dengan tambahan lingkaran di tengahnya. Tujuannya adalah untuk memudahkan penyocokan gambar warna per warna bila sudah berbentuk film, serta untuk pengaturan posisi film di atas screen agar lebih mudah dan lebih tepat. Untuk proses sablon, pencetakan dilakukan secara manual (dengan tangan). Penempatan screen di atas meja sangat menentukan ketepatan gambar hasil cetakan. Pengaturan posisi gambar di atas screen juga menentukan pengaturan screen di atas meja. Penempatan posisi gambar di atas screen yang tidak sama antara warna satu dengan warna lainnya akan menyulitkan operator cetak, bahkan dapat membuat hasil cetakan yang tidak pas (berbayang, tidak “pasti”).
Gambar di atas terdiri dari tiga warna, yaitu kuning, orange dan biru. Setelah kita pisahkan warna per warna, maka kita akan memiliki tiga gambar seperti berikut:
Gambar yang lebih di atas merupakan hasil pemisahan dari tiga warna gambar, yaitu kuning (gambar bintang), orange (dasar dan tulisan “five star hotel”) serta biru (logo tengah). Untuk menjadi film, semua gambar harus berwarna hitam. Sehingga gambar-gambar tersebut akan menjadi seperti gambar yang berada di barisan bawah. Perhatikan bahwa tiap gambar dengan tanda register merupakan kumpulan objek-objek dengan warna yang sama. Apabila di atas warna tersebut terdapat warna lain (di atas dasar orange ada bintang dengan warna kuning), maka warna lainnya di buat menjadi putih.
Langkahnya adalah pertama kita melakukan duplikasi gambar besertat tanda registernya sesuai dengan jumlah warna dalam gambar tersebut. Misalnya gambar memiliki tiga warna, maka setidaknya kita melakukan duplikasi menjadi tiga gambar yang sama. Kemudian pada setiap gambar kita hanya mengambil objek-objek dengan warna yang sama saja. Objek dengan warna lain kita hapus atau kita beri warna putih seperti pada contoh di atas tadi.
2. Besarnya Masukan (Overprint)
Pencetakan dengan sablon adalah pencetakan manual dengan menggunakan screen. Namanya juga pencetakan manual, pastilah memiliki tingkat ketelitian
dan ketepatan yang lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan mesin. Karena itu, penempatan warna satu dengan warna lainnya tidak bisa setepat dengan menggunakan mesin. Ambil contoh gambar kita tadi. Dengan teknik sablon, gambar tadi akan mengalami tiga kali proses cetak: yaitu pertama dicetak warna kuning (gambar bintang), kemudian warna orange (tulisan dan dasar), lalu terakhir warna biru (logo). Urutan cetak dimulai dengan warna yang paling muda, diikuti oleh warna yang lebih tua dst.
Karena memiliki tingkat ketepatan yang lebih rendah dari pencetakan dengan mesin, hasil cetakan dengan sablon lebih sering mengalami apa yang disebut dengan misregister atau warna meleset (lihat gambar di bawah).

Untuk mengatasi hal tersebut, film untuk sablon biasanya diberi nilai overprint (biasa disebut dengan istilah “masukan”) yang lebih besar. Tergantung dengan besarnya gambar, nilai tersebut tidak boleh lebih kecil dari 0,2 mm. Jika kita memberikan nilai yang terlalu kecil, maka akan terjadi misregister atau warna
meleset pada saat pencetakan. Sebaliknya, nilai masukan yang terlalu besar juga akan menghasilkan cetakan yang seperti memiliki warna lain di luar warna yang kita gunakan.
Pengaturan pemberian masukan untuk film sablon adalah: untuk gambar dengan warna yang lebih muda, gambar tersebut kita perbesar sedikit dengan perintah contour (+ 0,2 mm) ataukah dengan memberikan outline (+0,4 mm). Jadi untuk contoh gambar kita, gambar setiap bintang kita perbesar dengan contour ke arah luar sebesar 0,2mm atau dengan memberikannya outline sebesar 0,4 mm.
Sedangkan untuk warna yang lebih tua kita buat tetap seperti adanya.
3. Pemisahan Warna Untuk Warna Gradasi

Film gradasi warna untuk sablon biasanya terdiri atas warna blok dan warna
gradasi dengan titik awal warna putih. Misalnya kita punya gambar dua warna gradasi dari kuning ke merah. Film untuk sablon yang kita buat akan terdiri dari satu film blok (mewakili warna kuning) dan satu film yang merupakan hasil penukaran warna merah dengan hitam dan kuning dengan putih.( lihat gambar). Warna kuning kita buat menjadi satu warna blok (full hitam), karena kuning lebih “muda” dari merah.
4. Nilai Raster (Untuk Gradasi Warna atau Separasi)
Screen yang digunakan dalam teknik cetak sablon memiliki ukuran-ukuran yang menunjukkan tingkat kerapatan mesh yang digunakan. Ini dapat digunakan untuk menunjukkan seberapa besar “lubang-lubang” yang dapat ditembus oleh tinta sablon. Makin besar angka mesh screen, makin kecil lubang-lubang itu. Begitu sebaliknya. Perbedaan jenis tinta yang kita gunakan dalam pencetakan akan menentukan nilai mesh screen yang kita pakai. Untuk jenis tinta plastisol atau oil ink misalnya, kita bisa menggunakan screen dengan nilai mesh 130 – 150. Tetapi nilai mesh tersebut tidak bisa kita pakai untuk jenis tinta rubber atau glitter. Tintanya tidak akan tembus. Untuk jenis rubber biasanya digunakan screen dengan mesh 110 atau kurang.
Sebelum kita membuat film untuk warna gradasi atau separasi, sebaiknya kita mengetahui dulu jenis tinta apa yang akan digunakan dalam mencetak. Ini nanti untuk menentukan seberapa besar nilai LPI yang kita tetapkan pada saat output film. Untuk film sablon, nilai LPI yang digunakan biasanya tidak akan lebih besar dari 60. Itu bisa digunakan untuk jenis tinta water base (pigmen), oil ink, ataupun plastisol. Sedangkan untuk jenis tinta rubber, nilainya harus lebih rendah dari itu. Biasanya maksimum digunakan 50 lpi, lebih sering digunakan nilai 30 – 35 lpi.
Sumber: http://kambinglaut.wordpress.com/coreldrawx3/sablon/